• PIDATO

    Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak

    Kerangka pidato:

    1.Pembukaan :sapaan, salam,ucapan syukur, ucapan terima kasih, penegasan tema.

          Etika menyapa adalah dari jabatan tertinggi ke terendah.

          Salam dan ucapan syukur disesuaikan dengan situasi.

    2. ISI: latar belakang masalah, rumusan masalah, kajian hakikat masalah, sebab-akibat, serta gagasan-gagasan untuk menyelesaikan masalah.

    3. PENUTUP: simpulan, ajakan, harapan, ucapan terima kasih, permintaan maaf, salam penutup.

    KHOTBAH

    Khotbah juga termasuk jenis pidato. Khotbah lazimnya dipakai untuk pidato-pidato yang berisi penyampaian ajaran agama. Khotbah ditandai oleh penggunaan istilah-istilah atau ungkapan khas keagamaan tertentu, dan hampir bisa dipastikan bahwa dalam khotbah dikutip ayat-ayat dari kitab suci baik dalam bentuk asli maupun terjemahannya.

    SAMBUTAN

    Sambutan juga termasuk salah satu jenis pidato. Sambutan diberikan oleh orang-orang tertentu karena jabatan atau kedudukannya. Hal-hal yang lazim disampaikan dalam sambutan antara lain:

    1.Pembuka (sapaan, salam, permintaan izin kepada hadirin, ucapan syukur, ucapan terima kasih)

    2. Ungkapan rasa (bangga, senang, haru, hormat, dll.)

    3. Dukungan moral terhadap suatu acara/kegiatan yang disambut.

    4. Ajakan-ajakan

    5. Penutup (permohonan maaf, ucapan terima kasih, salam penutup)

    Kalau kita mewakili seseorang atau atasan untuk memberikan sambutan, hendaknya secara basa-basi kita meminta izin kepada hadirin. Misalnya sebagai berikut:

    1.Hadirin yang saya hormati, izinkanlah saya mewakili… untuk …. karena ….
    2.Hadirin yang terhormat, karena …, izinkanlah saya mewakili … untuk  …
    REKLAME DAN IKLAN

    Reklame dan iklan pada dasarnya sama.

    1.Reklame  berasal dari bahasa latin yang artinya “berulang-ulang”. Reklame adalah seruan berulang-ulang yang menarik perhatian dan mempengaruhi orang. Reklame juga juga berarti pemberitahuan kepada publik tentang suatu produk baik barang maupun jasa supaya laku.  

    2.Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa atau di tempat umum.

    PERBEDAAN REKLAME DENGAN IKLAN

    REKLAME

    •Kalimatnya singkat, tulisan dan gambar mencolok.
    •Media yang dipakai berupa papan reklame, poster, soanduk, baliho, yang dipasang di tempat terbuka.

    IKLAN

    •Kalimatnya bisa panjang, bahkan dapat berupa artikel.
    •Media yang dipakai bisa media cetak atau media elektronik.
    MACAM-MACAM IKLAN
    •IKLAN PENGUMUMAN
    •IKLAN UNDANGAN
    •IKLAN KELUARGA
    •IKLAN PENAWARAN
    •IKLAN PERMINTAAN
    •IKLAN LARANGAN/PERINGATAN
    •IKLAN PROPAGANDA/PROMOSI, dll.
    PENYUSUNAN KALIMAT IKLAN
    •Mengetahui siapa sasarannya dan bagaimana seleranya.
    •Mengetahui seluk-beluk produk dengan segala keunggulan yang akan ditonjolkan.
    •Meski memuji, iklan tetap harus jujur, objektif, dan jelas/komunikatif.
    SENI BAHASA DALAM IKLAN

    Salah satu upaya agar iklan lebih menarik adalah dengan memanfaatkan unsur seni bahasa. Iklan perlu disusun dengan:

    1.Kalimat-kalimat puitis (berima, berirama).
    2.Kalimat-kalimat bermajas, seperti:

          metaforis (perbandingan lagsung)

          hiperbolis (membesar-besarkan)

          repetitif (pengulangan-pengulangan)

          kontradiksio interminis (pertentangan dengan pengecualian)

          retoris, dsb.

  • KARYA SASTRA

     PROSA

        Prosa adalah karangan bebas yaitu karangan yang tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi seperti rima, ritma, jumlah baris, dan sebagainya.

     PUISI

        Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, ritma/irama, matra, serta penyusunan baris dan bait.

    —

     DRAMA (Naskah Drama)

        Pengertian drama ada dua aspek yaitu aspek drama yang dibukukan/ ditulis dalam bentuk naskah drama dan aspek pementasan untuk membawakan naskah tersebut.

    PROSA

     MACAM-MACAM PROSA

    Prosa fiksi
    Prosa nonfiksi
    Prosa lama
    Prosa baru

       PROSA FIKSI adalah prosa yang berisi rekaan sebagai hasil imajinasi pengarang.

        Misal: dongeng, cerpen, roman, novel, dll

       PROSA NONFIKSI adalah prosa yang berisi fakta atau pendapat logis sebagai hasil kajian atau pengamatan terhadap suatu objek.

        Misal: esai, kritik, resensi, biografi, otobiografi

       PROSA LAMA

        Misal: mite, legenda, fabel, hikayat, cerita berbingkai

       PROSA BARU

        Misal: roman, novel, cerpen

     CIRI-CIRI PROSA LAMA
    Isinya khayal
    Anonim (tanpa pengarang)
    Milik bersama
    Istana sentris (fokus ceritanya adalah para raja atau kerajaan)
    Beredar  dari mulut ke mulut

    CIRI-CIRI PROSA BARU

    Masyarakat sentris (berkisah tentang kehidupan masyarakat
    Ada pengarangnya
    Mencerminkan pribadi pengarang
    Tertulis
    Dinamis sesuai dengan perkembangan masyarakat
    UNSUR-UNSUR PEMBANGUN KARYA SASTRA(PROSA)

    UNSUR INTRINSIK

    • Tema
    • Amanat
    • Latar
    • Sudut pandang
    • Penokohan
    • Alur/plot
    • Gaya bahasa
    • Rima dan ritma ( khusus untuk prosa lirik)
    UNSUR EKSTRINSIK
    Pendidikan
    Sosial budaya
    Biografi
    Agama
    MACAM-MACAM PUISI

    1.PUISI LAMA

    a. Mantra (ucapan-ucapan berirama yang dianggap mempunyai kekuatan gaib untuk mewujudkan keinginan)

    b. Pantun

            Cirinya:

             1.  dua baris pertama merupakan sampiran dan dua baris         terakhir merupakan isinya.

             2. tiap bait terdiri atas 4 baris

             3. tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata

             4. bersajak ab-ab

    c.Karmina (pantun kilat), seperti pantun tetapi pendek, tiap bait terdiri dari 2 baris

    d. Seloka (pantun berkait): pantun yang salah satu sampiran diulang pada bait berikutnya.

    e. Gurindam : puisi yang ciri-cirinya:

          1. tiap bait terdiri atas 2 baris

         2. bersajak a-a

         3. berisi nasihat

    f. Syair : puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri-ciri:

         1. tiap bait berisi 4 baris

         2. bersajak a-a-a-a

         3. berisi nasihat atau cerita

    g. Talibun (pantun genap: tiap bait terdiri dari 6,8,atau 10 baris)

    2. PUISI BARU

    Pengelompokan puisi baru berdasarkan isinya:

    a.Balada (berisi kisah/cerita, disebut puisi naratif)
    b.Himne (berisi pujaan terhadap Tuhan, tanah air, atau pahlawan)
    c.Ode (berisi sanjungan terhadap orang yang berjasa)
    d.Epigram (berisi tuntunan/ajaran hidup)
    e.Romance (berisi luapan perasaan cinta)
    f.Elegi (berisi ratap tangis/kesedihan)
    g.Satire (berisi sindiran/kritik)
    ●Pengelompokan puisi baru menurut jumlah baris:
    a.Distikon (2 baris)
    b.Tersina (3 baris)
    c.Kuatrin (4 baris)
    d.Kuin (5 baris)
    e.Sektet (6 baris)
    f.Septima (7 baris)
    g.Oktaf (8 baris)
    h.Soneta (14 baris: terdiri 3 kuatrin+ 1 distikon atau 2 kuatrin+ 2 tersina)

    Pengelompokan puisi baru yang lain:

    a.Puisi visual (menonjolkan bentuk visual, bentuk itu sendiri mengandung makna)
    b.Puisi mantra (meniru gaya mantra)
    c.Puisi diafan (maknanya terbuka, tanpa lambang/kiasan)
    d.Puisi prismatis (maknanya terbungkus oleh berbagai lambang/kiasan)
    UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI

       Unsur intrinsik adalah unsur –unsur  yang membangun puisi.

    —

       Unsur pembangun puisi:

         1. Bentuk batin (hakikat puisi)

         2. Bentuk fisik (metode puisi)

       Unsur bentuk batin adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair.

       Unsur bentuk fisik adalah cara-cara atau metode untuk mengungkapkan hakikat sehingga hakikat itu terekspresi secara maksimal dan mengandung nilai-nilai keindahan.

    UNSUR BENTUK BATIN

    • Tema
    • Rasa dan nada
    • Pesan atau amanat

    UNSUR BENTUK FISIK

    • Rima/ persajakan
    • Ritma/ irama
    • Metrum/matra
    • Diksi
    • Gaya bahasa dan majas

    MACAM-MACAM MAJAS

    1. METAFORA (perbandingan langsung)

    Contoh: Engkaulah putri duyung tawananku.

    2. SIMILE (persamaan)

    Contoh: Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasanglilinnya.

    3. Personifikasi (memanusiakan)

    Contoh: Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba.

    4. Hiperbola (melebih-lebihkan)

    Contoh: Aku mau hidup seribu tahun lagi.

    5. SINEKDOK PARS PROTOTO

         PARS                           parsial (sebagian)

         TOTO                         total (seluruh)

    Contoh: Penderitaan mengalir dari parit-parit   wajah.

    6. SINEKDOK TOTEM PROPARTE

         TOTEM                       total

         PARTE                         parsial

    Contoh: Politisi dan pejabat tinggi adalah calo-calo yang rapi.

    7. IRONI (sindiran yang halus)

    Contoh: Seorang ketika digiring, tersedu/membuka sendiri tanda kebesaran di pundaknya.

    8. TAUTOLOGI (penggunaan kata-kata senada untuk menyangatkan)

    Contoh: Pergi ke laut lepas,  anakku sayang/ pergi ke alam bebas.

    9. SIMBOLIK (penggunaan simbol/lambang untuk menggantikan orang/hal)

    Contoh: Burung dara jantan/ yang dulu kau pelihara/ kini telah terbang menemui jodohnya.

    10. REPETISI (pengulangan kata-kata yang sama dalam suatu baris kalimat)

    Contoh: Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati.

    11.PARALELISME (pengulangan kata/frasa antarbaris

         ANAFORA  : pengulangan awal baris

         EPIFORA    : pengulangan akhir baris

    Contoh:

    Aku manusia                       Seperti lidah ia, di mulut kita tak terasa

                                                  Seperti jantung ia, di dada kita tak terasa

    Rindu rasa

    Rindu rupa

    12. PARADOKS (gambaran dua hal/keadaan yang kontras)

    Contoh: Dunia tambah beku di tengah derap suara menderu.

    13. KLIMAKS (pengungkapan yang makin menguat/menghebat)

    Contoh:

    Empat puluh sembilan tangga kemiskinan/ Hari panas

    Lima puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari sengangar

    Enam puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari terbakar

    14. ANTIKLIMAKS

    Contoh:

    Pada langkah pertama keduanya sama baja/ Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo.

    DRAMA

    PENGERTIAN DRAMA ada dua aspek, yaitu aspek sastra yang dibukukan/ditulis dalam bentuk naskah drama dan aspek pementasan untuk membawakan naskah tersebut.

    1.Aspek sastra

           Unsur intrinsik drama pada dasarnya sama dengan prosa. Dalam drama terdapat tema, amanat, alur, tokoh dan karakter, gaya bahasa dan sebagainya. Namun di dalam drama tidak ada sudut pandang. Hal khusus lain terdapat petunjuk-petunjuk tentang aspek pementasan, seperti setting, akting, lighting, bloking, dsb.

           Biasanya petunjuk-petunjuk di atas ditulis dengan huruf kapital atau diletakkan dalam tanda kurung.

    2. ASPEK PEMENTASAN

    1.Setting panggung sebagai latar cerita
    2.Pemeran/pemain
    3.Dialog
    4.Monolog
    5.Akting
    6.Bloking
    7.Tata artistik

     

        

        

  • APRESIASI TEKS ILMIAH SEDERHANA

    MACAM-MACAM TEKS ILMIAH

    1.Teks ilmiah menurut tujuannya:

          a. Teks eksposisi (penjelasan)

          b. Teks argumentasi (pendapat)

          c. Teks persuasi (bujukan)

          d. Teks deskripsi ( misal: deskripsi dat hasil     pengamatan/percobaan/penelitian)

          e. Teks narasi (misal: teks sejarah; laporan perjalanan)

    2. Teks ilmiah menurut tingkat  kesulitannya

         a. Teks sintas

         b. Teks sosial

         c. Teks vokasional

         d. Teks akademik

    3. Teks ilmiah menurut wujudnya

         a. Teks verbal

        teks yang berupa rangkaian kalimat atau    paragraf

         b. Teks nonverbal   

         Teks yang berupa bagan, grafik,tabel, matriks,       gambar, foto, dsb.

    4. Teks ilmiah menurut cara penyajiannya

         1. Teks berbentuk monolog

         2. Teks berbentuk dialog

         3. Teks campuran antara monolog dengan                   dialog

    MENYAJIKAN MAKALAH
    DAN PIDATO ILMIAH

    Makalah seminar dan teks pidato ilmiah pada umumnya menggunakan struktur dasar yang sama.

    Pola dasar yang biasa digunakan adalah:

    1.Pendahuluan (latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan)
    2.Isi/batang tubuh (kajian mengenai hakikat masalah, teori-teori, fakta-fakta, sebab akibat, dan pemecahannya)
    3.Penutup (kesimpulan/penegasa/saran/rekomendasi)
    PERBEDAAN ANTARA MAKALAH
    DAN PIDATO

    MAKALAH

    •Sapaan-sapaan, salam, ucapan syukur, dsb disampaikan di luar teks.
    •Makalah seminar setelah disajikan lalu ditanggapi oleh peserta/pendengar

    PIDATO

    •Sapaan-sapaan, salam, ucapan syukur, dan terima kasih ditulis secara eksplisit.
    •Pidato setelah disajikan selesai.

       

  • APRESIASI TEKS SENI BERBAHASA

            Apresiasi teks seni berbahasa dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memahami suatu karya bermedium bahasa secara sungguh-sungguh sehingga timbul penghargaan terhadap karya itu karena sadar akan keindahan dan kehalusannya.

            Apresiasi dapat bersifat verbal atau kinetik. Verbal artinya artinya berhubungan  dengan kata atau ucapan, sedangkan kinetik artinya berhubungan dengan gerak. Apresiasi dapat bersifat tulis atau lisan. Apresiasi dapat pula bersifat reseptif atau produktif.

    APRESIASI YANG BERSIFAT RESEPTIF

    •    MEMBACA
    •    MENDENGARKAN
    •     MENONTON

    APRESIASI YANG BERSIFAT PRODUKTIF

    • MEMBACA INDAH/NYARING
    • BERMAIN PERAN/DRAMATISASI
    • MENGIDENTIFIKASI TOKOH, KARAKTER DAN PENOKOHAN
    • MENGIDENTIFIKASI LATAR (tempat, waktu, suasana, budaya)
    • MENJELASKAN MAKNA ATAU PESAN SERTA NILAI-NILAI (nilai moral, religi, budaya, dsb.)
    • MENJELASKAN MAKNA KATA/UNGKAPAN IDIOMATIK DAN PEPATAH/PERIBAHASA/BIDAL
    • MENCERITAKAN KEMBALI URUTAN PERISTIWA ATAU JALAN CERITA
    • MEMPARAFRASE KE BENTUK LAIN
    • MENYADUR, MENGUBAH ALUR, ATAU MENGUBAH PENYELESAIAN
    • MEMBUAT RESENSI (ulasan)
    • MENJELASKAN HUBUNGAN INTERTEKSTUALITAS (hubungan suatu teks dengan teks yang lain)
  • KLASIFIKASI SURAT

    • SURAT PRIBADI
    • SURAT DINAS
    • SURAT NIAGA
    SURAT PRIBADI
    Pengertian surat pribadi adalah surat yang berasal dari seseorang yang ditujukan kepada orang lain atau dari seseorang kepada instansi.

    Surat pribadi dibagi menjadi 2 yaitu surat pribadi yang sifatnya resmi dan surat pribadi yang sifatnya tidak resmi.

    Surat pribadi yang sifatnya resmi, contoh: surat lamaran pekerjaan, surat izin, surat cuti, dll

    Surat pribadi yang sifatnya tidak resmi, contoh: surat keluarga.

    SURAT DINAS
    Pengertian surat dinas/surat resmi adalah surat yang berisi masalah kedinasan. Surat dinas berasal dari instansi/lembaga/organisasi ditujukan ke instansi lain atau ke perseorangan.
    Contoh surat dinas: Surat Keputusan, Surat Edaran, Surat Perintah, dll.

    SURAT NIAGA
    Pengertian surat niaga adalah surat yang berisi masalah perniagaan. Surat ini dipergunakan oleh seseorang atau badan yang menyelenggarakan usaha dengan tujuan mencari keuntungan.

    Contoh surat niaga: surat penawaran, surat pesanan, surat permintaan penawaran, surat perjanjian jual beli, surat pengaduan, surat perjanjian sewa-menyewa, dll.

    Pengertian surat niaga adalah surat yang berisi masalah perniagaan. Surat ini dipergunakan oleh seseorang atau badan yang menyelenggarakan usaha dengan tujuan mencari keuntungan.
    Contoh surat niaga: surat penawaran, surat pesanan, surat permintaan penawaran, surat perjanjian jual beli, surat pengaduan, surat perjanjian sewa-menyewa, dll.

    BENTUK-BENTUK SURAT
    • Full block style
    • Block style
    • Indented style
    • Semiblock style
    • Official style
    • Hanging paragraph
    qPengertian surat niaga adalah surat yang berisi masalah perniagaan. Surat ini dipergunakan oleh seseorang atau badan yang menyelenggarakan usaha dengan tujuan mencari keuntungan.
    qContoh surat niaga: surat penawaran, surat pesanan, surat permintaan penawaran, surat perjanjian jual beli, surat pengaduan, surat perjanjian sewa-menyewa, dll.
  • Pengertian Laporan

    Laporan adalah alat penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain, terutama dari dari seorang pejabat/petugas kepada pejabat/petugas lain dalam suatu sistem administrasi.

    Isi laporan dapat berupa hasil percobaan, penelitian,pengamatan, pengalaman dan sebagainya.
    Unsur mutlak yang mendasari setiap laporan adalah fakta. Fakta inilah yang yang menjadi bahan informasi yang perlu disampaikan. Suatu laporan dapat berisi gagasan atau pendapat. Tetapi gagasan itu harus didasari fakta.
    • BAGIAN-BAGIAN PROPOSAL
    • Nama kegiatan atau nama proyek (judul)
    • Latar belakang/dasar pemikiran (berisi alasan-alasan pentingnya kegiatan)
    • Tujuan (uraian tentang apa yang akan dicapai melalui kegiatan tersebut)
    • Sasaran (siapa saja yang diharapkan menjadi objek/target kegiatan)
    • Pelaksanaan (waktu, tempat, jadwal, dsb.)
    • Panitia/pelaksana (biasanya berupa struktur organisasi)

     

     

Abaikan Navigation

Navigation

Back to Top