KK CETAK SARING
(O86/KK/03)

 Cetak saring

1. Descripsi cetak saring

Cetak saring atau sablon atau screen printing merupakan bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartkan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen (Guntur Nusantara,2007 : iii). Pada ummnya cetak mencetak dilakukan diatas bentuk yang melingkar. Pada prinsipnya cetak mencetak pada berbagai macam benda padat adalah sama. Perbedaannya terletak pada jenis cat / tinta yang digunakan dan jenis produk yang akan dicetak.

                Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa jepang sejak tahun 1664, abad ke 17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukio Mirosa mengembangkannya dengan menyablon kain komono beraneka motifyang sebelumnya dibuat motif komono  dengan batik tulis tangan. Ternyata lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai banyak digunakan mansyarakat jepang sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengebangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang dibuat dari benang sutera halus. Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon. Menyablon dengan chiffon caranya tinta yang akan dicetak dialirkan melalui kain gasa atau kain saring, sehingga teknikini juga sisebut silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutera. Setelah perang dunia II, teknik cetak saring terus berkembang pesat, inovasi – inovasi  terus dilakukan sehingga munculah teknik-teknik baru, yang semula membuat motif secara sederhana kemudian berkembang dengan digunakan komputer untuk membuat motif yang lebih bervariasi.

          Istilah cetak saring di Indonesia lebih populer dengan sebutan cetak sablon. Kata sablon dari bahasa belanda, yaitu schablon, sehingga dalam bahasa serapan menjadi sablon (Guntur Nusantara,

2007 : 2) . Sablon dapat didefinisikan sebagai oila berdesain yang dapat dilukis berdasarkan contoh. Cetak sablon adalah mencetak dengan menggunakan model cetakan atau mal. Cetak saring adalah

Mencetak dengan menggunakan kain gasa yang dibingkai disebut screen. Proses pembuatan cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home industri menengah dam kecil. Teknik pembuatan desain motif dengan cara : tanpa kodatrace atau menggunakan kertas warna gelap yang diafdruk, dengan kodatrace dankomputer atau teknik sparasi warna (CMYK). zat warna yang digunakan antara lain zat warna pigmen dan zat warna reaktif, walaupun hampir semua jenis zat warna untuk tekstil bisa digunakan. Kain tekstil yang digunakan hampir semua jenis kain tekstil, dari serat sintetis atau serat alam yang mempunyai permukaan datar bisa disablon dengan menggunakan screen.

 

 

 

 

     ALAT CETAK SARING

 

  1.   SCREEN      

 SCEEN  terdiri dari kerangka kayu dan

 monyl  atau kain sutera yang digunakan untuk mencetak  gambar pada benda yang akan disablon. Kain ini berpori-pori dan bertekstur sangat halus menyerupai kain sutera. Lubang pori-pori pada scteer ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah zat warna yang keluar. Ada bermacam-macam jenis kain screen, jenis kain screen terbagi ata skwalitas, bahan dasar serat, warna dan besar kecilnya lubang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. RAKEL

Alat yang digunakan untuk menyaput zat warna ke atas permukaan kain atau media cetak. Terbuat dari karet yang dijepit pada kayu atu alumunium. Ada 5 jenis rakel: rakel tumpul, bulat, lancip,miring, dan persegi

 GAMBARJAKEJ.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 3. MEJA AFDRUK                                                                          

Proses afdruk elain menggunakan sinar matahari dapat juga dilakukan dengan menggunakan meja yang dilengkapi dengan lampu neon/TL , untuk hemat energi {terutama digunakan bila cuaca mendung atau hujan). Lama waktu penyinarn apabila menggunakan lampu neon6 X20 watt, jarak 20 cm penyinaran 4 menit atau waktu menyesuaikan dengan jenis film diapositif yang akan diafdruk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. MEJA GAMBAR

Meja gambar digunakan untuk membuat desain motif untuk cetak saring dan untuk memindahkan gambar ke kodatrace.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. KODATRACE

Kodatace digunkan sebagai film diapositif yaitu untuk memisah motif tiap warna sebelum diafdruk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. RAPIDO

Alat untuk membuat motif/menggambar pada kodatrace dengan menggunakan tinta rapido

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. PALET

Tempat untuk mencampur cat poster/ tinta warna dalam proses desain, tinta cina atau opaque ink untuk traces dan pasta warna untuk colet

 

 

 

 

 

 

 

 

8. HAIR DRYER

Alat untuk mengeringkan screen setelah diolesi obat peka cahaya  dan mengeringkan hasil cetakan pada kain.

 

 

 

 

 

 

 

 

9. HAND PYRAYER

Alat penyemprot untuk membuatnlubang screen setelah proses penyinaran dan untuk membersihkan screen setelah penyablonan. Hand sprayerndilengkapi dengan selang plastik yang dihubungkan pada kran air

            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10. MEJA SABLON

Meja untuk menyablon kaos atau lembaran yang ukurannya kecil, dilengkapi dengan klim penjepit dan dapat diputar, cukup untuk empat screen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11. SETERIKA

Alat untuk merapikan bahan sebelum di sablon dan sesudah di sablon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12. ALAT PRESS

Digunakan sebagai alat fiksasi/penguat warna setelah proses penyablonan. Dengan pemanasan dan memberi tekanan sehingga binder menguap dan zat warna menempel kuat ke bahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13. TIMBANGAN

Alat untuk mnimbang zat warna dan pengental untuk membuat pasta warna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14. GELAS UKUR, MANGKUK DAN GELAS   PLASTIK

Gelas ukur  digunakan untuk mengukur kebutuhan pelarut/air. Mangkuk digunakan sebagai tempat untuk mencampur pasta warna sablon.

 

 

 

 

 

 

15. SENDOK, PENGADUK & SOLET

Alat untuk mencampur pasta waarna supaya rata dan menuangkannya ke permukaan screen

 

 

 

 

 

 

 

 

16. KUAS

Alat untuk memoles tinta pada kodatrace, untuk mentusir apabila  ada kebocoran  pada screen dan menggambar langsung pada kain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17. PENGGARIS

Alat untiuk menggambar dan menentukan posisi gambar pada desain dan media sablon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18. PAPAN LANDASAN

Untuk menyangga screen pada waktu afdruk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19. KAIN HITAM

Untuk menutup gambar pada screen

            Sebelum waktu penyinaran dengan matahari atau penutup screen pada waktu        penyinaran dengan lampu  supaya tidak tembus bayangan motif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20. ISOLASI TRANSPARAN

Untuk merakatkan kodatrace atau kertas motif pada saat afdruk supaya tidak geser, untuk menutup bagian tepi sceen sebelum penyablonan supaya tidak bocor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21. KARET BUSA

Untuk menyangga bagian dalam screen pada waktu afdruk supaya permukaan screen datar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22. KACA BENING 2CM.

Untuk menutup dan menekan kodatrace pada waktu penyinaran dengan sinar matahari atau pada meja afdruk dengan lampu.

 

 

 

 

 

 

 

23. GUNTING DAN CUTTER

Alat memotong kodatrace , kain, isolas, lakban. Atau membuat lubang motif pada kertas mpada cetak saring tanpa kodatrace.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24. BAJU KERJA

Pakaian pelindung badan dari kotoran warna, bahan kimia dan bahan berbahaya lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25. MASKER

Alat penutup hidung pada waktu mencampur obat peka cahaya atau mencuci screen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAHAN CETAK SARING

 

  1. KERTAS GAMBAR

Digunakan untuk membuat desain motif yang akan disablon. Digunakan untuk memisahkan motif tiap warna

 

  1. PENCIL WARNA/ SPIDOL/ CAT  POSTER

Untuk membuat desain dan membedakan warna yang akan dipisahkan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. MEDIA YANG AKAN CETAK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. OPAQUE INK DAN TINTA CINA

Tinta cina: Untuk menggambar memisahkan motif  warna pada kertas kalkir/HVS

Atau kodatrace  dengan menggunakan kuas .

  • opque ink  untuk menggambar memisahkan warna pada kodatrace.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        5.   OBAT PEKA CAHAYA

Larutan pokok dalam proses afdruk screen, merupakan campuran antara emulsi dn sensitizer(cairan peka cahaya). Dipasaran bahan ini terdapat

Dalam satu kemasan dus kecil yang berisi 2 buah botol, botol besar berisi emulsi, botol kecil berisi cairan sensitizer (larutan kromatin). Digunakan untuk melapisi screen..pada waktu proses afdruk, pelapisan dilakukan pada ruang gelap

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.  ZAT WARNA UNTUK SABLON

Hampir semua zat warna tekstil dapat digunakan untuk sablon tetapi yang paling banyak digunakan zat warna pigmen contohnya sandy color

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.     PENGHAPUS SCREEN

Ulano 5 atau kaporit digunakan untuk menghapus obat peka cahaya pada screen apabila tidak digunakan.

Ulano 8 menghapus bayangan pada screen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       8.    PENGENTAL DAN OBAT BANTU

Soda abu: termasuk alkali kuat berfungsi sebagai pengikat  dalam pewarnaan  zat warna reaktif.

Soda kue:

Sodium bikarbonat. Termasuk alkali lemah berfungsi sebagai pengental emulsi dalam bentuk liquit.

Macam pengental:

Fasdy yaitu yang pengental  dicampur

Dengan sandy menghasilkan sablonan tidak timbul.

Rubber warna dicampur dengan sandy menghasilkan sablonan timbul

Manutexm,erupakan agar-agar rumput laut yang tidak berwarna dan tidak mewarnai bahan, digunakan  sebagai pengental zat warna dalam bentuk serbuk seperti zat warna reaktif atai dispersi. Manutek dilarutkan dengan air dan diberi sida abu atau soda kue untuk pengental warna.

 

 

 

 

 

       9.    SABUN COLEK

Sebagai pencuci screen setelah penyablonan untuk menghilangkan sisa warna dan minyak atau kotoran lain.

 

 

 

 

 

 

 

10.   HIDRONAL G

Lem kain, sebagai pelapis pada papan landasan untuk menempelkan kain/kaos yang akan disablon supaya permukaan rata dan tidan lepas pada penyablonan berikutnya ( ke 2,3,dst)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      11.   DANDANG

Panci yang dilengkapi sarangan digunakan untuk proses fiksasi steam zat warna reaktif dan dispersi

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KERTAS ASTURO WARNA GELAP

Bahan yang digunakan untuk membuat gambar/motif berlubang pada proses cetak saring tanpa kodatrace.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KERTAS KARBON PUTIH

Media untuk memindahkan motif dari kertas pola ke kertas asturo warna gelap pada proses ceak saring tanpa kodatrace

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.       Proses Pembuatan Prosuk Cetak Saring

 

5.1    Membuat syal dengan teknik pemotongan (cut put methode/knife cut methode)/ tanpa kodatrace

Persiapan

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

Alat

-      Pensil 2B

-      Cutter

-      Papan Landasan

-      Penggaris

-      Screen T 61 dengan ukuran

-      30 cm x 40 cm

-      rakel ujung persegi dengan

ukuran panjang 25 cm

-      Mangkuk

-      Sendok

-      Hair Dryer

-      Setrika

Bahan

-    Syal dari bahan rayon dengan ukuran 25 cm x 120 cm

-    Kertas Pola

-    Kertas Karbon Putih

-    Kertas Asturo warna

-    lem kain (hidronal G)

-    Isolasi bening/ transparan

-    pengental fastdye

-    zat warna pigmen sandye

 

Menyiapkan Gambar

Proses Kerja

Membuat motif sesuai desain gambar kerja pada kertas pola/HVS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.1 Membuat Motif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

120 cm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25 cm

 

Gb. 12.2 Gambar Kerja

 

 

 

 

 

Menjiplak motif pada kertas asturo dengan menggunakan kertas karbon putih. Ukuran kertas asturo sebaiknya lebih besar daripada luas screen. Ini untuk mencegah merembesnya warna melalui bagian tepi screen.

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.3 Menjiplak Motif

 

Melubangi motif dengan

menggunakan cutter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.4 Melubangi motif

 

Mengoleskan lem kain (hidronal G)

diatas bantalan papan landasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.5 Memberi lem kain pada

papan landasan

Setelah kering letakkan syal di atas

papan landasan dan rapikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.6 Meletakkan syal di atas

papan landsan

 

Memasang  kertas  asturo yang telah

dilubangi motifnya di atas syal sesuai

dengan gambar kerja dan rekatkan dengan isolasi bening/transparan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.7 Memasang kertas asturo di atas syal

 

Mencampur pengental fastdye dengan zat warna pigmen sandye secukupnya sesuai warna yang diinginkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.8 Mencampur zat warna

Meletakkan screen yang telah dipersiapkan di atas kertas asturo  yang telah dipasang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12.9 Meletakkan screen di atas

kertas asturo

 

Menyaput warna di atas screen dengan rakel untuk mencetak motif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 10 Menyaput warna

 

Mengeringkan motif yang telah tercetak dengan menggunakan hair dryer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 11 Mengerigkan motif

 

Lakukan langkah yang sama untuk menetak motif selanjutnya sesuai desain. Apabila terjadi penyumbatan screen atau warna tidak keluar dengan sempurna, maka lakukan pencucian/pembersihan screen terlebih dahulu sebelum melakukan percetakan motif.

 

Membersihkan/mencuci peralatan

cetak saring selesai digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 12 Mencuci peralatan

 

penyelesaian akhir (finishing)

Menyetrika syal yang telah dicetak saring

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 13 Menyetrika syal yang telah jadi

 

 

 

 

 

 

 

 

                                              

5.2       Membuat selendang dengan teknik print satu warna kombinasi colet

            Teknik dengan kodatrace

Persiapan

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

Sebelum melakukan pekerjaan Proses Printing sebaiknya perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Memakai pakaian kerja.
  • Memperhatikan petunjuk penggunaan alat dan bahan.
  • Mempersiapkan PPPK.
  • Mempersiapkan alat dan bahan sebelum bekerja.
  • Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
  • Membersihkan dan mengatur kembali semua peralatan yang telah digunakan.
  • Jauhkan peralatan dan lindungi obat-obatan dari kelembaban.

 

Persiapan alat dan bahan yang digunakan

 

Siapkan kain selendang satu screen antara T-50 atau T-60, ukuran 45x50 cm atau 30-40 cm, rakel ukuran lebih kecil dari ukuran dalam screen, alat gambar, rapido, opaque ink, alat afdruk, obat peka cahaya, zat warna pigmen, pengental, meja sablon, seterika dan perlengkapan fiksasi.

 

Persiapan gambar kerja

Dalam pembuatan selendang berikut ini disrencanakan print satu warna untuk warna tua dan dilanjutkan teknik colet dengan warna-warna muda.

Proses kerja

 

Pembuatan desain

Desain dibuat ukuran disesuaikan dengan ukuran selendang, misalnya ukuran selendang 225 cm x 60 cm, ukuran gambar 20 x 25 cm, dibuat motif tepi dan motif tengan selendang, bisa dengan pensil kemudian dipindah ke kodatrace menggunakan tinta Cina atau Opaque Ink, atau digambar dengan komputer dan diprint, seperti gambar diatas kertas atau desain menggunakan komputer program Corel Draw untuk motif Out Line atau motif garis tepi, sebagai contoh gambar berikut.

 

 

 

 

 

                          GAMBAR KERJA

 

 

165

60 cm

Gb.12. 15 Gambar kerja

10 cm (RUMBAL)

20 cm (TUMPAL)

Gb.12. 14 Gambar tengah selendang

10 cm (RUMBAL)

20 cm (TUMPAL)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 16 Gambar tepi dan tumpal selendang

 

 

 

 

 

 

 

Pemindahan gambar ke screen atau  afdruk sebagai berikut :

Gambar pada kodratrace siap afdruk atau hasil print komputer dibuat transparan dengan cara diolesi minyak goreng atau minyak tanah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 18 Film diapositif               Gb.12. 17 Proses gambar pada kodatrace

Pelapisan (coating) screen dimulai dengan membuat larutan afdruk/obat peka cahaya yaitu campuran emulisi dan sensitizer (9:1). Aduk sampai rata hingga menjadi gel warna kuning.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb. 12. 19 Mencampur obat peka cahaya

Gb.12. 20 Screen siap afdruk

Gb.12. 21 Pengolesan obat afdruk

Screen yang sudah bersih kering dilapisi obat peka cahaya dilakukan pada ruang gelap sampai rata pada dua sisi bagian luar screen dan bagian dalam. Dengan menggunakan penggaris plastik, mika atau alat yang ada pada dus obat peka cahaya atau apapun yang sifatnya meratakan. Jangan sampai ada bagian yang terlalu tebal atau tipis karena bisa menganggu hasil afdruk.

 

 

 

 

                                                                                              

Kemudian dikeringkan dengan menggunakan hair dryer, kipas angin atau open pengering. Pengeringan berfungsi untuk memperkuat perekatan obat fdruk dengan kain screen, hal ini masih dilakukan pada ruang peka cahaya atau ruang gelap. Jika screen telah kering ditandai dengan adanya bunyi genderung jika diketuk dan segera dilakukan penyinaran supaya tidak rusak.

Proses penyinaran (exposing) dilakuka untuk memindah gambar ke screen dengan menggunakan bantuan cahaya Ultraviolet (UV). Proses penyinaran pada bagian-bagian tertentu menggunakan lampu dengan bentuan meja afdruk dan wktu yang ditentukan, atau dengan memanfaatkan sinar matahari antara pukul 09.00 – 15.00 selama ± 1 menit. Dengan sinar matahari caranya gambar diletakkan pada screen gambar dalam posisi terbalik dan diberi isolasi bening supaya tidak geser. Penyinaran dengan lampu urutannya kebalikan dari gambar dipasang di atas meja afdruk diisolasi supaya tidak geser, diatas gambar pasang screen dalamkeadaan terbalik atau bagian dalam menghadap ke atas, kain hitam di pasang di atasnya kemudian busa dan terakhir kayu pemberat supaya tidak ada bayangan motif. Waktu penyinaran untuk lampu 250 watt waktu ± 4 menit dilanjutkan dengan pencucian.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 23 Penyinaran dengan                   Gb.12. 22 Penyinaran dengan

lampu neon                                                     matahari

 

 

Pencucian

 

 

Setelah penyinaran selesai dilakukan pencucian screen dengan penyemprotan air secara pelan-pelan sampai timbul lubang motif. Kemudian Screen harus dijemur dibawah sinar matahari supaya lubang motif kuat dan screen kering.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb. 12. 24 Pencucian

Tusir (Corecting)

Apabila pada waktu mencuci screen terjadi kerusakan gambar, yaitu lapisan obat yang ada mengelupas, maka bagian tersebut harus segera ditutup dengan obat afdruk dan dikeringkan kembali, pekerjaan ini disebut men-tusir. Agar pada waktu mencetak screen diperkuat dengan dilapisi lakban.

 

Gb.12. 24 Pentusiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 26 Pelapisan lakban pada tepi screen

 

Sablon printing ke selendang satu warna

Percetakan adalah memberi warna pada tiap permukaan kain menggunakanpasta warna, percetakan satu warnapada selendang dipilih warna tua karena motif out line atau motif kontur.

Siapkan pasta warna menggunakan zat warna pigmen, dengan resep sebagai berikut :

 

Zat warna pigmen (Sandy)    =     5 gram

Pengental (Fasdy / Rabber)   =  95 gram

Jumlah                    = 100 gram

 

Pengental Fasdy untuk hasil print datar, sedangkan pengental Rabber biasanya untuk motif agak timbul, gunakan rabber warna untuk dicampur warna tua. Pasta tersebut aduk dampai rata, sehingga siap digunakan.

 

Pasang kain selendang pada meja sablon yang sebelumnya sudah dilapisi lem kain “Hidronal G”.

Penyablonana dengan cara : pasta warna dituangkan pada screen bagian atas, dan saput menggunakan rakel dengan tekanan yang sama.

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 28 Pasta warna                                    Gb.12 27 Menyaput dengan rakel

Pengeringan

Pengeringan hasil cetak saring bisa dengan diangin-anginkan atau menggunakan hair dryer.

Proses colet warna muda

Buat pasta warna muda, merah, kuning dan biru, untuk membuat warna violet kita campur pasta warna merah dan biru, sedangkan untuk membuat pasta warna oranye pasta merah dan kuning.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.123.30 Hasil print pada selendang

                          Gb.12. 29 Pasta warna pigmen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 32 Pencoletan dengan warna muda         Gb.12. 31 Selendang hasil coletan

 

Pengeringan dan fiksasi

Pengeringan hasil colet warna bisa diangin-anginka atau menggunakan hair dryer.

 

Penyelesaian akhir

Proses penyelesaian akhir dilakukan fiksasi menggunakan seterika atau press panas supaya warna tidak luntur.

 

 

 

Hasil jadi

Gb.12. 33 Penyelesaian akhir

menggunakan alat press panas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                    Gb.12. 34 Hasil jadi selendang

 

5.3 Membuat sarung bantal teknik afdruk kombinasi tiga warna

      (dendan kodatrace)

Persiapan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

 

Sebelum melakukan pekerjaan proses printing sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Memakai pakaian kerja.
  • Memperhatikan petunjuk penggunaan alat dan bahan.
  • Mempersiapkan PPPK.
  • Mempersiapkan alat dan bahan sebelum kerja.
  • Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
  • Membersihkan dan mengatur kembali semua peralatan yang telaj digunakan.
  • Jauhkan peralatan dan lindungi obat-obatan dari kelembaban.

 

Persiapan alat dan bahan yang digunakan

  • siapkan kain katun atau tenunan ATBM ukuran 50 cm x 50 cm sebanyak 5 potong.
  • kain blacu ukuran 50 cm x 50 cm sebanyak 5 potong untuk lapisan belakang sarung bantal.
  • screen T-50 atau T-60, ukuran 40x50 cm sebanyak 3 buah.
  • rakel ukuran lebih kecil dari ukuran dalam screen.
  • alat gambar, kuas
  • opaque ink atau rafido
  • alat afdruk
  • obat peka cahaya
  • zat warna reaktif dan pengental menutex, soda abu
  • meja sablon
  • alat fiksasi press panas atau seterika
  • perlengkapan fiksasi dandang sarangan

 

Menyiapkan gambar kerja

Proses pembuatan sarung bantal

Pembuatan desain

 

Desain dibuat dengan ukuran 35x35 cm kombinasi 3 warna. Menggambar desain bisa dengan pensil kemudian dipindah ke kodatrace menggunakan tinta Cina atau Opaque Ink, atau digambar dengan komputer dan print, sepeti gambar di atas. kertas atau desain menggunakan program Corel Draw.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 35 Gambar Kerja

 

Desain motif sarung bantal kursi

 

 

 

 

 

 

 

 

Motif warna ke 1                       Motif warna ke 2                   Motif warna ke 3

Gb.12. 36 Motif tiga warna

 

Pemindahan ke kodetrace

Tiap warna dipindah dengan opaque ink ke kodatrace menggunakan kuas.

 

Proses afdruk

Pemindahan gambar ke screen atau afdruk sama seperti pada afdruk lainnya atau afdruk motif untuk selendang, satu motif satu screen, sehingga menjadi tiga screen.

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 37 Warna dipindah ke kodatrace

Sablon printing selendang

Percetakan adalah memberi warna pada permukaan kain menggunakan pasta warna,

zat warna  yang digunakan zat warna reaktif dan menggunakan fiksasi steam atau uap

panas.

 

Zat warna reaktif

Zat warna reaktif termasuk zat warna yang larut dalam air. Zat warna ini mengadakan reaksi dengan serat selulosa, hingga zat warna tersebut merupakan bagian dari serat. Oleh karena itu sifat tahan cuci dan tahan sinarnya baik. Nama dagang zat warna reaktif:

  • Procion (I.C.I)
  • Cibacron (Ciba Geigy)
  • Remasol (Hoechst)
  • Levafik (Bayer)
  • Drimarine (Sandoz)
  • Primazine (BASF)

 

Resep printing dengan zat warna reaktif (Procion)

a)    Pengental

Manutex RS 5% = 5 / 100 X 1000 gram    =     50 gram

Air                                                         =   950  gram

Jumlah                                                   =  1000 gram

 

Cara pembuatan :

  • Timbang manutex RS 5% sebanyak 50 gram, tempatkan pada mangkuk plastik.
  • Tuangkan air sedikit sedikit dan Mixer sampai rata dan halus, apabila terlalu cair air bisa dikurangi.
  • Diamkan satu malam atau minimal 4 jam, selanjutnya siap digunakan sebagai pengental.

b)   Resep pasta warna

Untuk R / 200 gram

Tabel 9 Resep Pasta Warna Untuk Cetak Saring

Bahan

Sutera (gr)

 

Kapas

Zat warna

6*

 

6*

Urea

10

 

10

Soda kue

4

Soda abu

1

Pengental

160

 

160

Air

20

 

20

Jumlah

200 gram

 

 

*menurut tua muda warna yang dikehendaki.

Penyeblonan ke kain sarung bantal

  • Kain dipasang pada alas sablon yang sudah dilapisi hidronal G.

 

 

 

 

 

  • Print warna pertama menggunakan pasta zat warna reaktif, keringkan dengan hair dryer dan jangan dilepas dari alas sablon.

 

 

 

 

  • Print warna kedua dengan posisi sesuai desain, dan keringkan lagi.

 

 

 

 

 

 

  • Print warna ketiga seperti posisi desain dan keringkan, setelah selesai bisa dilepas dari alas sablon.

 

 

 

 

Gb.12. 38 Penyablonan

 

c)    Fiksasi (menggubnaka tiga cara, pilih salah satu)

  • Menggunakan waterglass 70%, selama 24 jam,
  • Diangin-angin, selama 24 jam,
  • Steam uap panas 1020 C, waktu 10-20 menit.

 

 

d)   Pencucian

Setelah fiksasi dicuci air dingin kemudian dicuci air panas dengan ditambah sabun netral rebus 10 menit, kemudian dicuci dingin dan keringkan.

 

Penyelesaian akhir (finishing)

Proses penyelesaian akhir dilakukan pembuatan sarung bantal dengan teknik jahit, kemudia diisi bantal dari bahan dacron atao kapok kapas.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12 39 Bagian belakang sarung bantal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 40 Hasil Jadi

 


5.4           Membuat kaos (Y-Shirt) teknik sparasi warna

Persiapan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Sebelum melakukan pekerjaan proses printing sebaiknya kita memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Memakai pakaian kerja.
  • Memperhatika petunjuk penggunaan alat dan bahan.
  • Mempersiapkan PPPK.
  • Mempersiapkan alat dan bahan sebelum kerja.
  • Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
  • Membersihkan dan mengatur kembali semua peralatan yang telah digunakan.
  • Jauhkan peralatan dan lindungi obat-obatan dari kelembaban.

 

Persiapan alat dan bahan yang digunakan

 

Alat

  • screen T77 – T 90, ukuran 40 x 50 cm atau 30 – 40 cm
  • rakel ukuran lebih kecil dari ukuran dalam screen
  • alat gambar komputer dengan program minimal Corel Draw dan Adope Photoshop
  • foto hasil kamera digital atau gambar hasil scan komputer
  • alat afdruk, obat peka cahaya
  • zat warna pigmen (CMYK) dan pengental khusus rabber transparan,
  • meja sablon, alas kaos
  • seterika
  • alat fiksasi/press.

 

Bahan

Siapkan kain kaos atau kaos yang sudah dijahit. Ada beberapa jenis bahan kaos dan ukuran yang umum dipakai (Jumanta, 2004 :8), antara lain :

  • Katun : adalah jenis bahan yang paling banyak digunakan untuk kaos. Karena mempunyai sifat ringan dan terasa dingin sehingga nyaman dikenakan saat cuaca panas. Bahan kaos katun terbuat dari serat alam berasal dari tanaman kapas yang mempunyai sifat halus.
  • Viskose : viskose banyak diproduksi sebagai bahan kaos, karakter bahannya sama dengan katun, dingin, ringan dan menyerap keringat, tidak kaku dan mengkilat sehingga nyaman dikenakan saat cuaca panas. Bahan kaosviskosa terbuat dari serat selulosa yang diregenerasi atau biasa disebut rayon sehingga sifat kelembutan dan mengkilatnya lebih terasa.
  • Wol : biasanya kaos dari bahan wol didesain untuk cuaca dingin dan dibuat untuk jenis sweater, ada wol berasal dari bulu domba atau biri-biri ada yang dari bahan sinetesis pilel fleece atau acrylic yang kesemuanya mempunyai sifat tidak menyerap air akam membuat tubuh tetap hangat, sehingga akan memberikan kehangatan pemakai pada malam yang dingin.
  • Nylon : walaupun tidak banyak, kaos dari bahan nylon atau nylon/katun bisa juga digunakan. Karakternya yang berlapis (coated nylon) sangat ringan, mengkilap, dan dingin sehingga sangat bagus untuk melindungi tunuh dari hujan. Bhan nylon terbuat dari serat buatan tetapi dari bahan organik atau disebut juga poliamida.
  • Katun Polyester : benang polyester terkenal karena higienis dan katun bisa dikatakan bahan kaos yang sejati dengan sifatnya telah disebutkan diatas. Penggabungan dari bahan ini banyak diminati industri kaos dan menjadi alternatif bahan pilihan yang baik. Kaos jadi relatif lebih tahan lama, karena kemungkinan serangan jamur pada kaos dapat diperkecil. Atau dikenal campuran teteron katun (TC).

 

Macam-macam ukuran kaos

Saat ini telah tersedia ukuran kaos, disesuaikan dengan model dan ukuran tubuh pemakai baik pria maupun wanita. Berikut ini beberapa diantaranya (Jumanta, 2004 : 10) :

  • SS (Super Small)

Ukuran sangat kecil, cocok untuk tubuh kurus atau remaja.

  • S (Small)

Ukuran kecil, cocok untuk tubuh yang kecil.

  • M (Medium)

Ukuran ini tergolong populer, paling banyak digunakan untuk jenis kaos pria atau wanita.

  • L (Large / besar)

Ukuran besar, cocok digunakn untuk tubuh yang sedang cenderung besar, proporsi badan sedang tidak kurus dan tidak gemuk.

  • XL (Extra Large)

Dua kali lebih besar dari L (Large), biasanya ukuran ini untuk tubuh yang besar, tidak harus gemuk.

 

 

  • XXL (Double Extra Large)

Ukuran untuk tubuh yang sangat besar, biasanya dipakai oleh para pengendara motor besar Harley Davidson, dan tubuh yang gemuk akan nyaman memilih ukuran ini.

 

Ragam Kaos

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 41 Ragam Kaos

Persiapan gambar kerja

Dalam pembuatan T-Shirt gambar yang disediakan dalam format JPG atau hasil foto atau scan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto lukisan              Gambar dai internet               Scan dari buku

                              Gb.12. 42 Gambar kerja

 

Proses kerja

Pembutan Desain

  • Cari gambar yang sesuai untuk proses sparasi, dari foto, majalah atau ambil gambar dari buku kemudian scan dikomputer.
  • Edit gambar dengan ukuran yang sesuai, antara 20 x 20 cm, 27,5 x 27,5 cm, 25 x 25 cm atau sesuaikan ukuran dalam screen.
  • Simpan gambar dalam flashdisk atau CD.

Pembuatan film diapositif

 

Pembuatan film diapositif mempunyai tujuan untuk memisahkan gambar dengan filter warna yang terserap sehingga keluar warna yang tampak, warna dikelompokkan menjadi 4 yaitu : Cian, Magenta, Yellow dan Key/hitam.

 

Proses afdruk

  • Afdruk pada screen T77, dengan menggunakan larutan peka cahaya. Lakukan proses penyinaran dengan lampu waktu 1-1,5 menit atau dengan matahari 12 detik.
  • Cuci screen dengan menyemprot air secepatnya, kemudian hisap air yang ada pada screen dengan kain halus (kain kaos atau lap mobil) sambil dikipasi.
  • Keringkan dengan sinar matahari.
  • Lapisi dengan katalis dan keringkan lagi.
  • Lakukan pentusiran apabila ada motif yang tidak dikehendaki, lakban bagian tepi screen.

 

Penyablonan ke Kaos

Membuat pasta warna pada teknik sparasi zat warna yang di gunakan yaitu zat warna pigmen dengan warna CMYKey dan menggunaka pengentral rubber transparan, dengan resep sebagai berikut :

Zat warna pigmen            =   4 - 10 gram

Pengentral                       = 86 - 90 gram

Jumlah pasta warna          = 90 - 100 gram, aduk sampai rata.

 

Pembuatan pasta warna untuk menentukan arah warna yang sesuai kita harus mempunyai kepekaan arah warna yang sesuai. Caranya kita mencampur sedikit demi sedikit dan dilakukan tes warna.

 

Penyablonan pada kaos dimulai dari warna terang sampai warna hitam terakhir.

Percetakan atau penyablonan adalah pemberian warna pada permukaan kain dengan cara menyaputkan pasta warna dengan menggunakan rakel di atas screen.

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 43 Pasta warna sparasi


Percetakan dimulai dengan warna muda sehingga timbul warna tumpangan dan terjadi warna baru seperti gambar aslinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                               Gb.12. 44 Pencetakan

Fiksasi dimaksudkan untuk mengikat warna dengan kain agar tidak mudah luntur, dengan cara pengepressan panas atau seterika bagian dalam.

Seterika untuk merapikan hasil sablonan dan siap dipakai atau dikemas dalam plastik atau di hanger.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 46 Fiksasi                                  Gb.12. 45 Menyetrika hasil sablon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 47 Hasil Jadi

5.5          Membuat hiasan dinding teknik sparasi warna

Persiapan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Sebelum melakukan pekerjaan Proses Printing sebaiknya perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Memakai pakaian kerja.
  • Memperhatikan petunjuk penggunaan alat dan bahan.
  • Mempersiapkan PPPK.
  • Mempersiapkan alat dan bahan sebelum bekerja.
  • Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
  • Membersihkan dan mengatur kembali semua peralatan yang telah digunakan.
  • Jauhkan peralatan dan lindungi obat-obatan dari kelembaban.

 

Persiapan alat-alat dan bahan yang digunakan

  • Siapkan kain kaos / Tenunan ATBM/ Kain kanvas atau kain blacu.
  • Screen T77 – T90, ukutan 30-40 cm
  • Rakel lancip atau miring ukuran lebih kecil dari ukuran dalam screen
  • Alat gambar komputer dengan program minimal Corel Draw dan Adopephotoshop.
  • Foto hasil kamera digital atau gambar hasil scan komputer
  • Alat afdruk, obat peka cahaya
  • Zat warna pigmen (CMYK), pengental rabber transparan dan rabber white.
  • Meja sablon
  • Seterika
  • Alat fiksasi/press

 

Persiapan gambar kerja

Dalam pembuatan hiasan dinding teknik cetak saring dengan sparasi gambar yang disediakan dalam bentuk JPG atau TIFF atau hasil foto/scan, contohnya berikut ini, dengan ukuran 20 x 27,5 cm atau 25 x 25 cm.

 

Proses Kerja

Pembuatan Desain

Pada cetak saring dengan sparasi pemilihan desain sangat menentukan karena kita memilih gambar yang menumpuk dan tidak tegas perbedaanya antara warna satu dengan lainnya sehingga tidak bisa digambar secara manual. Setelah desain dipilih dilakukan scaning atau pemotretan, dengan urutan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 48 Gambar Kerja

  • Cari gambar yang sesuai untuk proses sparasi, dari foto, majalah bekas atau gambar dari buku kemudian scan di komputer.
  • Gambar diolah dalam komputer (setting)dengan program Corel Draw atau Adope Photoshop sehingga menjadi desain dengan ukuran yang sesuai, antara 20x20 cm, 27,5 x 27,5 cm, 25 x 25 cm atau sesuaikan ukuran dalam screen dan bentuk yang diinginkan.
  • Simpan gambar dalam flashdisk atau CD.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 49 dari kamera digital           Gb.12. 50 Gambar dari internet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan film diapositif

 

Pembuatan film diapositif mempunyai tujuan untuk memisahkan gambar dengan filter warna yang terserap sehingga keluar warna yang tampak. Warna dikelompokkan mejadi 4 yaitu ; Cian, Magenta, Yellow dan Key/hitam. Senua ini dilakukan dengan komputer dan menggunakan masin cetak(printer) khusus dan diproses di tempat reproduksi cetak untuk dibuat sablon dengan resolusi 35-40 dot per inchi. Berikut ini contoh hasil pemisahan CMYK :

 

 

 

 

 

 

 

Cian                                                 Magenta

 

 

 

 

 

 

 

Yellow                                               Key / Hitam

Gb.12. 51 Film diapositif

Proses afdruk

  • Afdruk pada screen  T77, dengan menggunakan larutan peka cahaya. Lakukan proses penyinaran dengan lampu waktu 1 – 1,5 menit atau dengan matahari 12 detik.
  • Cuci screen dengan menyemprotkan air sehingga terjadi lubang motif, kemudian hisap air yang ada pada screen dengan kain halus (kain kaos atau lap mobil) sambil dikipasi.
  • Keringkan dengan sinar matahari.
  • Lapisi screen dengan katalis dan keringkan lagi.
  • Lakukan pentusiran apabila ada motif yang tidak dikehendaki, lakban bagian tepi screen.

 

Penyablonan ke kain

Membuat pasta warna pada teknik sparasi zat warna yang digunakan yaitu zat warna pigmen dengan warna CMYKey dan menggunakan pengental rubber transparan, dengan resep sebagai berikut :

Zat warna pigmen            =   4 - 10 gram

Pengentral                       = 86 - 90  gram

Jumlah pasta warna          = 90 - 100 gram,

aduk sampai rata.

 

  • Pembuatan pasta warna untuk menentukan arah warna yang sesuai kita harus mempunyai kepekaan arah warna yang sesuai. Caranya kita mencampur sedikit demi sedikit dan dilakukan tes warna.
  • Penyablonan pada kain untuk hiasan dinding dimulai dari warna terang sampai warna hitam terakhir.
  • Percetakan atau penyablonan adalah pemberian warna pada permukaan kain dengan cara menyaputkan pasta warna dengan menggunakan rakel di atas screen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 52 Pasta warna separasi

 

Percetakan

 

Percetakan dimulai dengan warna muda sehingga timbul warna tumpangan dan terjadi warna baru seperti gambar aslinya.

 

 

Fiksasi dimaksudkan untuk mengikat warna dengan kain agar tidak mudah luntur, dengan cara pengepresan panas atau seterika bagian dalam.

Seterika untuk merapikan hasil sablonan.

 

Penyelesian akhir (finishing)

 

Penyelesaian akhir dengan memasang bingkai pigura dengan isolasi atau lakban bagian belakang kain dengan papan penyangga bingkai. Berikut ini hasil cetaksaring sparasi untuk hiasan dindin g.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb.12. 54 Hasil kaos cetak saring


Back to Top